Pada kamera DSLR termurah dengan kualitas bagus seperti Nikon D40 sudah tersedia lampu flash built-in. Lampu flash built-in ini sangat berguna ketika sedang berada dalam ruangan yang kekurangan cahaya. Tetapi tetap gunakan lampu flash built-in dengan bijak karena bila tidak digunakan dengan bijak akan berjatuhan korban?
Korban? Ini yang gw maksudkan dengan korban. Berikut 2 foto yang gw ambil dengan menggunakan flash berkuatan tinggi.
Korban pertama, sang model langsung terlihat ngantuk karena matanya ditusuk oleh kekuatan lampu flash built-in. Sedangkan foto kedua korban yang jatuh adalah wanita dengan menggunakan baju dengan bahan sejenis untuk sweater (cmiiw), lampur flash yang terlalu kuat seperti menembus baju sang wanita. Membuat foto kurang menarik.
Oleh karena itu kekuatan lampu flash built-in pada Nikon D40 ini mesti diatur kekuatannya sesuai dengan keadaan lingkungan. Dan beruntung sekali, lampu flash built-in pada Nikon D40 ini dapat diatur kekuatannya. Dan karena gw sering bekerja pada mode manual (M) maka hampir semuanya di atur sendiri termasuk kekuatan cahaya flash.
Untuk mengatur kekuatan cahaya flash, maka dapat dilakukan dengan langkah berikut ini.
Pertama, apapun mode yang anda pilih, dengan menekan tombol “info” seperti digambar ini :
hasilnya akan mengeluarkan tampilan berikut :
Pada gambar di atas dapat dilihat lingkaran berwarna biru. Area yang dilingkari tersebut adalah nilai yang menyatakan “kekuatan” cahaya yang dikeluarkan oleh lampu flash. Range nilai adalah -3 sampai dengan +1.
Selanjutnya tekan tombol berikut ini untuk mengubah-ubah konfigurasi :

Setelah itu kita dapat dilihat tampilan seperti berikut :

Tinggal ubah-ubah nilainya dengan menaikkan dan menurutkan sesuai dengan kebutuhan dengan cara menekan tombol up dan down yang terlihat pad gambar.

Tekan tombol OK setelah nilai yang diingikan telah didapat.
Berikut ini contoh hasil jepretan dari nilai flash compensation +1 sampai -3.
Sebagai keterangan, kipas angin ini berada di dalam ruangan yg sangat gelap.
Apakah setiap pengambilan foto pada ruangan yang kurang cahayanya harus menggunakan bantuan cahaya flash? Untuk itu mungkin bisa dilihat contoh kedua gambar berikut.

Foto di atas di ambil dengan menggunakan bantuan cahaya flash. Terlihat kulit menjadi sedikit bersinar, begitu juga bagian belakang terlihat lebih terang akibat cahaya flash. Warna wanita berbaju baju pink juga terlihat menjadi lebih bercaya. Dan ini kurang menyenangkan bagi gw.
Sedangkan gambar berikut diambil tanpa menggunakan cahaya flash.

Tidak menggunakan flash tetapi foto ini menggunakan shuter speed yang lambat, lensa terbuka selama 1 detik untuk mengambil gambar ini. Artinya objek tidak boleh bergerak selama pengambilan gambar. Kalau terjadi gerakan objek saat pengambilan gambar maka yang terjadi adalah gambar menjadi goyang seperti yang terlihat pada kedua objek pria.
Sekian untuk kesempatan ini…mau belajar lagi menggunakan D40. Selamat mencoba
http://chocolovemic.wordpress.com/2008/09/22/nikon-d40-mengambil-foto-dengan-cahaya-dan-tanpa-cahaya-flash/
Korban? Ini yang gw maksudkan dengan korban. Berikut 2 foto yang gw ambil dengan menggunakan flash berkuatan tinggi.
Korban pertama, sang model langsung terlihat ngantuk karena matanya ditusuk oleh kekuatan lampu flash built-in. Sedangkan foto kedua korban yang jatuh adalah wanita dengan menggunakan baju dengan bahan sejenis untuk sweater (cmiiw), lampur flash yang terlalu kuat seperti menembus baju sang wanita. Membuat foto kurang menarik.
Oleh karena itu kekuatan lampu flash built-in pada Nikon D40 ini mesti diatur kekuatannya sesuai dengan keadaan lingkungan. Dan beruntung sekali, lampu flash built-in pada Nikon D40 ini dapat diatur kekuatannya. Dan karena gw sering bekerja pada mode manual (M) maka hampir semuanya di atur sendiri termasuk kekuatan cahaya flash.
Untuk mengatur kekuatan cahaya flash, maka dapat dilakukan dengan langkah berikut ini.
Pertama, apapun mode yang anda pilih, dengan menekan tombol “info” seperti digambar ini :
hasilnya akan mengeluarkan tampilan berikut :
Pada gambar di atas dapat dilihat lingkaran berwarna biru. Area yang dilingkari tersebut adalah nilai yang menyatakan “kekuatan” cahaya yang dikeluarkan oleh lampu flash. Range nilai adalah -3 sampai dengan +1.
Selanjutnya tekan tombol berikut ini untuk mengubah-ubah konfigurasi :
Setelah itu kita dapat dilihat tampilan seperti berikut :
Tinggal ubah-ubah nilainya dengan menaikkan dan menurutkan sesuai dengan kebutuhan dengan cara menekan tombol up dan down yang terlihat pad gambar.
Tekan tombol OK setelah nilai yang diingikan telah didapat.
Berikut ini contoh hasil jepretan dari nilai flash compensation +1 sampai -3.
Sebagai keterangan, kipas angin ini berada di dalam ruangan yg sangat gelap.
Apakah setiap pengambilan foto pada ruangan yang kurang cahayanya harus menggunakan bantuan cahaya flash? Untuk itu mungkin bisa dilihat contoh kedua gambar berikut.
Foto di atas di ambil dengan menggunakan bantuan cahaya flash. Terlihat kulit menjadi sedikit bersinar, begitu juga bagian belakang terlihat lebih terang akibat cahaya flash. Warna wanita berbaju baju pink juga terlihat menjadi lebih bercaya. Dan ini kurang menyenangkan bagi gw.
Sedangkan gambar berikut diambil tanpa menggunakan cahaya flash.
Tidak menggunakan flash tetapi foto ini menggunakan shuter speed yang lambat, lensa terbuka selama 1 detik untuk mengambil gambar ini. Artinya objek tidak boleh bergerak selama pengambilan gambar. Kalau terjadi gerakan objek saat pengambilan gambar maka yang terjadi adalah gambar menjadi goyang seperti yang terlihat pada kedua objek pria.
Sekian untuk kesempatan ini…mau belajar lagi menggunakan D40. Selamat mencoba
http://chocolovemic.wordpress.com/2008/09/22/nikon-d40-mengambil-foto-dengan-cahaya-dan-tanpa-cahaya-flash/
Komentar